Ada hubungan yang awalnya kita pikir hanya akan berlangsung sebentar. Bertemu karena sebuah kebutuhan, saling mengenal karena sebuah keadaan. Lalu, ketika semuanya selesai, masing-masing akan kembali menjalani hidupnya sendiri. Begitulah yang dulu kupikirkan ketika pertama kali bertemu lima anak itu.
Saat itu aku masih kuliah. Aku menjadi guru les untuk mereka, sementara mereka adalah anak-anak yang datang membawa buku pelajaran, tugas sekolah, dan segala macam cerita khas anak-anak seusia mereka.
Hubungan kami seharusnya sederhana.
Aku mengajar.
Mereka belajar.
Selesai.
Tapi ternyata, hidup punya rencana lain.
Hari-hari berlalu. Aku menyelesaikan kuliah. Mereka naik kelas, tumbuh semakin besar dan mulai memiliki cita-cita, persoalan, pertemanan, kekecewaan, dan cerita mereka masing-masing. Dan anehnya, meskipun waktu terus berjalan, hubungan kami tidak benar-benar selesai. Kami masih sering berkomunikasi. Masih saling bertanya kabar lewat sosial media maupun Whatsapp. Masih sesekali bercanda tentang masa lalu.
Kadang aku melihat mereka sekarang dan sulit percaya bahwa anak-anak yang dulu duduk di depanku dengan baju khas anak-anak itu sudah tumbuh sejauh ini. Mereka berubah, aku juga berubah. Ternyata selama bertahun-tahun itu, bukan hanya mereka yang belajar dariku, aku pun belajar dari mereka. Tentang kesabaran dari seorang anak yang berkali-kali tidak memahami pelajaran yang sama, Tentang keteguhan dari seseorang yang tetap berusaha meskipun berkali-kali gagal, Tentang kehilangan dari cerita yang tidak pernah mereka ceritakan sepenuhnya, Tentang mimpi-mimpi yang pernah mereka bicarakan dengan mata berbinar. Dan tentang kenyataan bahwa tumbuh dewasa tidak selalu berjalan seperti yang kita rencanakan.
Lima anak itu memiliki lima cerita yang berbeda. Ada cerita yang membuatku tertawa, membuatku bangga, khawatir dan ada yang pernah membuatku menangis diam-diam. Ada cerita yang bahkan sampai hari ini belum benar-benar selesai.
Tapi kalau dipikir-pikir, bukankah ceritaku juga ada di sana?
Aku datang sebagai guru les, namun tanpa kusadari, aku ikut tumbuh bersama mereka.
Karena itu, mungkin sebenarnya ada enam cerita di sini. Lima cerita tentang mereka dan satu cerita tentang aku. Enam perjalanan yang pernah bertemu di sebuah ruang les sederhana. Enam kehidupan yang terus berjalan ke arah masing-masing. Dan sebuah hubungan yang ternyata tidak berakhir ketika pelajaran terakhir selesai.
Inilah kisah tentang kami.
Enam cerita yang tak selesai di ruang les.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar